Home » » Cara Orang Tua Mendidik Anaknya

Cara Orang Tua Mendidik Anaknya

Written By George Pisan on Saturday, August 2, 2014 | 1:34 AM



Cara Orang Tua Mendidik Anaknya Sejak Dini supaya kita terbiasa untuk hidup madiri ternyata sudah di tanamkan sejak kita masih kecil, dan berikut pengalaman saya tentang cara para orang tua pada jaman dahulu di kampung saya untuk mendidik anak – anak mereka agar terbiasa bekerja keras.

Sepulang dari sekolah kegiatan pertama yang saya lakukan waktu itu ialah memberi makan ayam – ayam peliharaan bahkan lantaran mungkin saking setiap harinya memberi makan, sampai – sampai mereka sudah mengenali saya.

Terlihat jika saya sepulang dari sekolah, baru sampai halaman rumah pun maka mereka (ayam-ayam peliharaan) yang jumlahnya lumayan banyak berlarian sambil bersuara petok – petok menuju tempat mereka biasa di beri makan, mungkin mereka sudah lapar dan tahu akan di beri makan oleh saya.
Setelah memberi makan ayam – ayam barulah mandi dan menunaikan shalat dzhuhur lalu makan siang  dan setelah itu melepas kambing peliharaan.

Sewaktu kecil dengan riangnya kami bermain – main sambil menggembalakan kambing peliharaan di area pesawahan yang sudah di panen, meskipun ada dari teman – teman saya yang tidak mempunyai kambing atau domba peliharaan tapi mereka juga selalu ikut bermain dengan teman – teman lainnya yang menggembalakan kambing mereka di sawah maupun tegalan.

Mungkin mau gimana lagi abis waktu itu di kampung tidak ada teman bermain, kebanyakan dari kami  anak laki – laki semuanya mempunyai binatang ternak, lantaran memang di daerah saya waktu itu jika kita tidak menggembala kambing, domba maupun sapi serta kerbau ibaratnya kita itu ketinggalan jaman.

Bahkan ada salah seorang teman saya yang nekat kabur dari rumah lantaran keinginannya untuk memiliki kambing tidak dipenuhi oleh kedua orang tuanya, dan baru pulang kerumah setelah orang tuanya membelikannya kambing hehe... saking enggak mau ketinggalan jaman tuh.

Dan satu hal yang unik di kampung saya waktu itu jika kita di sunat dan dapat uang hasil (nyecep) pemberian dari para saudara dan para tetangga maka uang yang jumlahnya lumayan banyak itu akan di belikan kambing dan kita lah yang memelihara kambing itu.

Sambil menggembalakan kambing kami pun suka menangkap serangga semacam belalang maupun jangkrik sebagi lauk untuk kami makan sepulang angon kambing, kami juga suka mencari jamur yang bisa di makan yang tumbuh di kebun - kebun atau pun jerami serta kadang – kadang kami pun memancing ikan di sungai.

Hal itu kami lakukan tergantung musim, jika musim panen pasti banyak belalang, jika musim hujan pasti banyak jamur, burung – burung sawah maupun ikan.

Sepulang bermain sambil angon kambing lalu kami pun mencari kayu bakar dari ranting – ranting pepohonan untuk Ibu memasak, lantaran alat pembakaran untuk memasak waktu itu terbuat dari hawu ( tungku ) yang mesti memakai kayu bakar.

Setelah itu barulah jika hari menjelang magrib kami pergi ke masjid untuk belajar mengaji sampai ba’da Isya. Sepulang dari masjid barulah kami mengisi PR dan menghapal pelajaran dari sekolah.
Saya pun baru mengerti betapa gigihnya orang tua kita mendidik kita untuk belajar bekerja keras sedari kita kecil meski pun tenaga kita waktu itu masih kecil, namun kita di didik bekerja keras dengan hal – hal yang ringan dulu sesuai dengan tenaga dan pikiran kita sehingga setelah kita besar kita telah terbiasa untuk selalu bekerja keras.

Bahkan saya pun masih ingat cara para orang tua di kampung saya mendidik anak - anaknya yang baru belajar berbicara untuk mengucapkan kata “ laleur mapay areuy – laleur mapay areuy” secara cepat dan berulang – ulang, cara itu untuk melatih kecakapan berbicara dan melatih lidah kita agar tidak cadel.

Selain pelajaran dari sekolah dan pelajaran agama yang kami pelajarai tanpa disadari kami telah memetik pelajaran dari alam yang telah kami pelajari sejak dini yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita untuk selamanya.
Share this article :

13 comments:

  1. nicepost gan , di bookmark dlu buat ntar udah punya anak baru baca lagi

    ReplyDelete
  2. Peran orang tua dalam memberikan dan membimbing di dunia pendidikan memanglah sangat di perlukan perhatian khusus ya mas, semoga banyak manfaatnya.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mas cara orang tua jaman dulu dan jaman sekarang menurut saya agak berbeda mungkin pengaruh jaman juga sih

      Delete
  3. wahhh boloehhh juga nihh gan tipsnya sayaa simpan dehhh buat nanti kalo udah punya anak :D

    ReplyDelete
  4. didikan orang tua emang sangat berpengaruh sekali terhadap pertumbuhan anak ya mas, kita sebagai orang tua harus be smart selalu biar anak yang kita didik sesuai dengan harapan kita :D

    ReplyDelete
  5. hehehe....keun ai soal laleur mapay areuy mah atuh mang...da eta mah tatarucingan si apa weh...:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... terima kasih telah mampir kang

      Delete
  6. ya.....itu sudah menjadi tanggungjawab dan kewajiban orang tua untuk mendidik anaknya,,dan gerak gerik kita juga akan ditiru oleh anak kita,jadi berhati-hatilah dalam bersikap....

    ReplyDelete
  7. betul sekali kang jangan sampai memperlihatkan tabiat jelek kita di depan anak - anak

    ReplyDelete
  8. Cara orang tua dalam mendidik anaknya haruslah sesuai dengan adab dan tauladan yang baik, sebab saat ini banyak sekali orang tua yang mencoba untuk mendidik anaknya dengan cara yang salah, bahkan mereka menganggap dalam mendidik anak diperlukan sebuah kekerasan, dan menurut saya itu salah besar

    ReplyDelete

Popular Posts

. Powered by Blogger.
 
Support : Copyright © 2013. Piknik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger