Home » » Menaklukan Gunung Mandalawangi Serta Petunjuk Nenek Misterius

Menaklukan Gunung Mandalawangi Serta Petunjuk Nenek Misterius

Written By George Pisan on Wednesday, June 18, 2014 | 6:18 AM



Menaklukan Gunung Mandalawangi Serta Petunjuk Nenek MisteriusSejak kecil aku sering membayangkan suatu saat nanti aku ingin menaklukan Gunung Mandalawangi yang gagah berdiri di antara Kabupaten Garut dan Bandung dan entah mengapa mungkin karena ini merupakan cita-cita aku sejak kecil sehingga Tuhan Yang Maha Esa pun mengabulkan keinginan aku serta memberikan aku bakat alam dalam melakukan pendakian, petualangan serta trik-trik dan cara jika kesasar di tengah rimba atau hutan belantara maupun mendaki  gunung seperti sepenggal cerita penjelajahan kami dalam Menaklukan Gunung Mandalawangi Serta Petunjuk Nenek Misterius.

Akhirnya setelah sekian lama memimpikan keinginan untuk menaklukan Gunung mandalawangi akhirnya tercapai juga setelah Khotib yang merupakan sohib karib aku yang ber usia sebaya dengan aku dua puluh lima tahun tapi khotib ini nama orang ya bukan nama khotib waktu shalat jumat di mesjid  sepakat untuk menjelajahi Gunung Mandalawangi yang juga diamini oleh dua orang junior kami yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP yaitu Ujo dan Kohar.

Setelah mendapat izin dari orang tua masing setengah enam pagi kami berempat sudah berangkat menuju lokasi pendakian setelah mengemas perbekalan dan juga tidak lupa tiap anggota dibekali senjata berupa golok dan senapan angin milik mereka masing-masing lantaran untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Tidak terasa kami berempat sudah naik mengelilingi pertengahan lima puluh persen diatas ketinggian gunung, ada pun jalur yang kami lalui yaitu pertama masuk di Cilegong lalu ke Patrol dan Cibisoro.

Dari Cibisoro kami pun masuk ke jalur menuju Tegal Eunteung yang jaraknya lumayan jauh serta selain harus melewati turunan yang sangat dalam juga harus turun naik ke seberang dengan jurangnya yang sangat curam dan yang menjadi pegangan kami hanyalah akar-akar pohon yang merambat di sekitar tebing.

Tiba di Tegal Eunteung tepat waktu shalat dzuhur dan perjalanan yang di tempuh baru sekitar empat puluh persen sedangkan terlihat langit mulai gelap tertutup awan hitam yang tidak lama kemudian turun hujan yang sangat deras sedangkan jalan yang akan di lalui harus melewati jurang lagi dan banyak terlihat bekas tapak kaki macan.

Di sebabkan hujan yang turun makin lebat dan tertutup awan membuat kami tidak tahu arah, dalam kondisi yang kritis itu dalam hati saya menjerit “ya Allah berikanlah keselamatan bagi aku, teman dan anak-anak kecil yang bersamaku sebab aku punya tanggung jawab kepada orang tua mereka”.
Setelah aku berdoa aku pun mendapatkan ketegaran hati dalam mengeksekusi keputusan untuk melangkah menuju lembah yang dalam dan gelap penuh dengan pepohonan sambil berdzikir di dalam hati, saya pun membabat belukar menggunakan golok untuk membuka jalan.

Dan sampailah kami pada sebidang kebun jagung yang pohon dan buahnya sangat mulus, kami jadi tidak mengerti di dalam lembah tengah hutan belantara tersebut ada kebun jagung yang mulus secara logika itu merupakan hal yang tidak mungkin jangankan berkebun jagung di tengah hutan yang di pinggir hutan pun sering menjadi sasaran monyet dan babi hutan.

Kami pun menuju saung yang terdapat di tengah kebun jagung itu dalam keadaan penasaran kami pun menyelidikinya dan setelah jarak sudah dekat dengan saung terlihat ada seorang nenek yang sedang duduk berteduh “jang rek kamarana los-los kadieu (nak mau pada kemana kok sampai ke sini)” nenek itu menyapa kami.

Kami pun senang di sapa nenek tua itu “puguhan ni abdi teh nyasab neangan jalan kusabab poek ku hujan jeung teduh (itu dia nek saya itu kesasar tidak tahu arah jalan sebab gelap oleh hujan dan awan)” aku menjawab sapaan nenek itu “uih ka Cimuncangnya (pulang ke Cimuncang ya)” kata si nenek.

Kami pun makin penasaran kok nenek ini tahu asal kami “muhun ni uih ka Cimuncang (betul nek pulang ke Cimuncang)” jawabku, lalu si nenek menunjukan arah ke arah bawah jurang dan dia berpesan jika melewati pohon besar yang di penuhi burung-burung jangan sampai kami menembaknya.

Setelah kami melihat arah yang ditunjukan si nenek tua itu anehnya terlihat dengan jelas ada jalan setapak menuju arah jurang lalu kami pun pamit pada nenek tua itu dan benar saja setelah kami melewati jurang itu kami pun melewati pohon yang sangat besar yang di penuhi oleh burung-burung hutan dan sertinya tidak perlu di ceritakan lagi akhirnya kami sampai di kampung kami dengan selamat.

Tetapi setelah kami sampai di kampung ternyata kami sudah di tunggu orang sekampung dan mereka banyak yang mencemaskan keselamatan kami bahkan ada yang mencari kami ke Cibisoro dan sebagainya hehe... ternyata mereka semua menyayangi kami.

Puncak Pegunungan Mandalawangi terletak di antara Kabupaten Garut dan Bandung sedangkan puncak pegunungan Mandalawangi merupakan batas ke dua Kabupaten itu.

Pengalaman Menaklukan Gunung Mandalawangi Serta Petunjuk Nenek Misterius yang tidak bisa di lupakan dan pesanku dalam situasi apa pun kita jangan lepas dari dzikir selalu meminta perlindunganNya dan ikuti wisata petualangan berikutnya untuk anda ketahui trik-trik bakat alam yang aku miliki dalam melakukan penjelajahan di hutan dan gunung yang belum sempat aku ketik di postingan kali ini.
Share this article :

7 comments:

  1. Termasuk pengalaman misterius juga y gan....

    Salam blogwalking malam dari Pulau Dollar

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumsalam mas terima kasih telah mampir

      Delete
  2. cinta-cita mendaki sejak kecil akhirnya kesampaian juga ya Mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul gan.. terima kasih telah berkunjung

      Delete
  3. di gunung kadang banyak menemui hal-hal yang berbau mistis ya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mas kadang - kadang banyak sekali kejadian yang tidak masuk akal yang kita temui

      Delete
  4. Pengalaman yg berharga,ketika pergi ke gunung memang harus dengan niat yg baik karena jika tidak akan banyak halangan.

    ReplyDelete

Popular Posts

. Powered by Blogger.
 
Support : Copyright © 2013. Piknik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger